Psikologi Massa
Dosen: Henny Wirawan
Pertemuan kali ini, mata kuliah kapita selekta membahas tentang psikologi massa. Berikut di bawah ini adalah resume tentang apa yang dipelajari pada pertemuan waktu itu.
Kita lebih merasa nyaman jika melakukan kegiatan secara bersama-sama, contohnya saja sekeompok burung, segerombolan binatang buas, dan segerombolan ikan, mereka pastintya mempunyai pemimpin yang akan selalu mereka ikuti.
Psikologi komunikasi tak lain membicarakan tentang perilaku kelompok. Di mana suatu kelompok merasa nyaman di karenakan anggota kelompok tersebut merasa nyaman karena mereka melakukan kegiatan yang sama.
Cara untuk mengambil keuntungan dari fenomena ini ialah dengan melakukan hal yang sebaliknya, tidak mengikuti budaya yang ada, menolak aturan kelompok dan menjadi pemimpin.
Di dalam suatu massa atau kelompok, orang yang memimpin adalah orang yang mendapatkan semua keuntungan dan orang yang mengikuti secara membabi buta merupaka orang yang akan mendapatkan resikonya.
Psiologi massa metrupakan cabang dari psikologi sosial, orang biasa bisa secara tiba-tiba mendapatkan kekuasaan dengan berperilaku kolektif. Karena pada awalnya sekelompok grup yang besar bisa membawa perubahan sosial yang dramatis dan tiba-tiba dengan cara yang melebihi perkembangan sebenarnya dan mengundang kontroversi.
Ilmuan sosial telah mengembangkan beberapa teori yasng berbeda untuk menjelaskan mengenai psikologi massa, dan cara bagaimana psikologi dari massa secara signifikan menunjuk pada psikologi orang di dalam kelompok tersebut. Ilmuan tersebut adalah Carl Jung, Gustave Le Bon, Wilfred Trotter, Gabriel Tarde, Sigmund Freud and Elias Canetti
Teori Klasik
Sigmund Freud:
- Orang yang berada di dalam kelompok cenderung berpikir berbeda dengan orang yang berdiri secara individu.
- Pikiran suatu kelompok akan menjadi satu dan menciptakan pola berpikir.
- Setiap entusiasi dari setiap anggota kelompok akan emningkat menjadi hasil dan akan melupakan tindakan asli mereka sebelumnya.
Le Bon:
- Merupakan hal yang klise jika suatu kelompok membuat suatu keadaan tanpa nama dan terkadang menciptakan suatu emosi.
Clark McPhail:
- ”The madding crowd” tidak emngabil jiwa secara sengaja atau di luar pikiran atau kesengajaan keliompok.
Norris Johnson:
- Setelah menginvestigasi keadaan panik yang terjadi pada tahun 1979, kelompok kecil yang terbentuk cenderung membantu satu sama lainnya, pemimpin sendiri menyamakan dirinya sebagai ide.
Theodor Adorno:
- mengkritisi kespontanan tindakan dari massa
- Massa merupakan suatu hasil produk dari kehidupan modern yang teradministrasi
- -"Ketika pemimpin menjadi sadar psikologi massa dan membawanya ke dalam tangan mereka sendiri, ia tidak lagi ada dalam arti tertentu ... Sama seperti sedikit orang percaya di kedalaman hati mereka bahwa orang-orang Yahudi adalah iblis, apakah mereka benar-benar percaya pada pemimpin mereka. Mereka tidak benar-benar mengidentifikasi diri dengan dia namun bertindak akan identifikasi ini, melakukan antusiasme mereka sendiri, dan dengan demikian berpartisipasi dalam kinerja pemimpin mereka ... Ini mungkin adalah ketidaknyataan atau kecurigaan mereka sendiri "psikologi kelompok" yang membuat fasis orang banyak begitu kejam dan tak bisa didekati. Jika mereka akan berhenti untuk alasan kedua, seluruh kinerja akan pergi ke keping, dan mereka akan pergi untuk panik.”
Edward Bernays (1891-1995):
- sepupu dari psikoalasisis sigmund freud ini, di pertimbangkan sebagai bapak di bgidang publik relation merupakan orang pertama yang mempengaruhi massa di alam bawah sadar merkea sendiri.
- Manipulasi di anggap penting untuk masyarakat, di mana pada ahal ini ia anggap berbahaya dan tidak masuk akal.
Teori Penularan
Di lindungi dengan adanya ketidaknamaan dalam kelompok , orang-orang tersebut meninggalkan tanggung jawab pribadi mereka dan menyerah kepada emosi kelompok.
Kelompok yang menggangap hidup mereka adalah kepunyaan mereka dan mencamputradukannya dengan emosi akan menarik orang kepada ketidakmasuk akalan bahakan bisa terjadi tindakan kekerasan.
Suatu kelompok menimbulkan pengaruh hipnotis terhadap anggota mereka, kelompok membuat orang bertindak dengan jalan tertentu.
Teori Konvergen
Teori konvergen menganggap bahwa perilaku kelompok tidak tercipta karena kelompok itu sendiri, tetapi bawaaan dari anggota yang ada di dalam kelompok tersebut.
Orang yang mempunyai perilaku yang sama cenderung membuat suatu kelompok. Seseorang dengan kesamaan sidat, cenderung menilai orang tersebut sbagai orang yang mempunyai pemikiran di mana mereka akan salaing melepaskan hal-hal yang berada di pikiran paling dalam.
Orang yang berada dalam kelompok cenderung tidak mau melakukan kegiatan sendiri karena mereka merasa jika melakukannya secara bersama-sama maka ia dan kelompoknya mempunyai tanggung jawab bersama-sama.
Teori Kemunculan Norma
Ralph Turner dan Lewis Killian
Suatu kelompok terbentuk secara kolektif terdiri dari orang-orang yang mempunyai beragam ketertarikan dan motif, terutama jika berada di kelompok yang kurang stabil (ekspresif, memprotes dan bettindak). Norma akan menjadi samar dan berubah jika contohnya seseorang memutuskan untuk memecahkan kaca jendela toko dan yuang lain mengikutinya dengan cara menjarah toko tersebut.
Orang-orang yang berada di dalam kelompok cenderung membuat peraturan mereka sendiri selama mereka berada di dalam kelompok. Orang yang berada di dalam kelompok mempunyai peran yang berbeda-beda, ada yang menjadi pemimpin, yang lain menjadi pengikut, orang yang tidak aktif atau bahkan lawan.
Perilaku kolektif bisa disebut sebagai tindakan penyesuaian diri (di aman orangmengikuti tindakan norma tersebut) atau menyimpang (di amna orang tersebut tidak mengikuti norma tersebut). Ini terjadi jika norma tersebut tidak jelas atau berkontradiksi dengan yang lainnya.
Empat Bentuk Perilaku kolektif
Kelompok
Gustave Lebon: The Crowd: A Study of the Popular Mind (1896),
Pembalikan yang tidak masuk akal kepada emosi binatang, Robert Park and Herbert Blumer setuju dengan spekulasi LeBon dan yang lain bahwa kelompok memang sangat emosional.
Suatu kelompok mampu menciptakan berbagai macam emosi tak hanya emosi negative seperti kemarahan dan ketakutan.
Neil Smelser, John Lofland mengajukan tiga bentuk dari kelompok:
– the panic (suatu ekspresi ketakutan),
– the craze (suatu ekspresi kesenangan), and
– the hostile outburst (suatu ekspresi kemarahan).
Publik
Park membedakan kelompok di mana kelompok bisa membuat emosi yang umum dan public membicarakan suatu isu yang sedang terjadi. Suatu public tidak dianggap sama dengan orang yang berada dalam amsyarakat. Publik terjadi jika terjadi suatu diskusi isu tertentu dan berhenti jika terjadi suatu kesepakatan akan diskuris tersebut.
Pengunaan survei sample yang menjadi inti dari opini publik yang hampir membuat disiplin akademi itu sendiri.
Massa
Ini terbentuk bukan dari bentuk suatu interaksi tapi dari usaha di mana media massa mengenali suatu penonton. Meia pertama adalah cetak. Setelah beberapa tahun terciptalah berbagai macam media dan rasio penciptaan menjadi berkembang.
Dampak dari suatu massa menjadi sangat besar maka dari itulah sekarang ini massa mempunyai dampak yang besar dalam masyarakat. Pebelajaran tentang opini publik dan komunikasi massa hampir menjadi suatu bidang akademik.
Media massa cenderung merayu dengan cara memberikan opsi kepada orang untuk bisa memilih seperti elektronik, deodoran. Komputer, dan lainnya. Seperti bagaimana publik bertindak dalam menyelesaikan suatu isu, massa bertindak ketika seseorang memilih opsi yang telah ditawarkan.
Pergerakan Sosial (Blummer)
- Pergerakan sosial aktif seperti Revolusi Prancis (Mencoba mengubah masyarakat)
- Pergerakan sosial ekspresif seperti Pecandu alkohol (mencoba mengubah orang dalam kelompoknya)
- kurang daripada bentuk-bentuk lain, dan tidak berubah sesering bentuk lain.
- mungkin mulai sebagai perilaku kolektif tapi seiring waktu menjadi tetap sebagai lembaga sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar