Daftar Pertemuan Kapita Selekta Kelas B

21 Juni 2010

Teknologi Komunikasi dan Perubahan Sosial

dosen: Eko Harry Susanto

Perubahan sosial merupakan gejala yang wajar di dalam masyarakat, tetapi pemicu terjadinya perubahan perlu ditelaah lebih mendalam. Hoogvelt (1976:9) menyatakan, “Tidak ada masayarakat yang stagnant, oleh karena setiap masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara cepat atau lambat”. Dalam proses terjadinya perubahan, terdapat 2 model perubahan, yaitu:


                         
Linear

Siklus

Perubahan siklus menunjukkan perubahan yang terjadi akan tampak berulang seperti hal-hal yang pernah ada sebelumnya, seperti dunia mode atau fashion. Tren yang dulunya terjadi pada tahun-tahun tertentu akan kembali berulang pada tahun yang akan datang. Sedangkan linear menunjukkan perubahan berlangsung secara terus-menerus dan mengalami perubahan atau perkembangan.
            Hakekat perubahan sosial menurut Rogers dan Svenning (1969:8) adalah “proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu  sistem sosial. Rogers (1986:110) menyebutkan “teknologi komunikasi baru adalah salah satu dari sebab-sebab yang penting dari perubahan-perubahan sosial di masyarakat. Teknologi komunikasi lebih banyak berpengaruh terhadap anak –anak muda dibandingkan kepada anak-anak dan orang tua, contohnya efek dari televisi dan komputer lebih banyak beredar di masyarakat.
Perkembangan teknologi memudarkan nilai-nilai sosial yang dikandung dalam masyarakat Indonesia dahulu, di mana warga pada daerah tertentu sering menonton televisi secara dan bersama-sama. Lebih lanjut, kegiatan orang tua menceritakan kisah fabel (dongeng tentang binatang) kini pun hampir tidak pernah dilakukan lagi.
Teknologi komunikasi dalam perusahaan multi nasional juga mampu mengubah kondisi sosial masyarakat setempat. Perusahaan raksasa tidak hanya memupuk modal dan memanfaatkan teknologi serta menjualnya ke pasar komunikasi, mereka juga menjual sejumlah kebutuhan sosio-kultural. Perusahaan trans nasional berpengaruh langsung atas alat-alat produksi negara dan berperan memperdagangkan kebudayaan mereka sehingga dapat mengubah fokus sosio-kultural.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar