Daftar Pertemuan Kapita Selekta Kelas B

21 Juni 2010

Sasya Rachelia (915070026)


MERDEKA DARI IKATAN CANDU ROKOK ADALAH SEBUAH PILIHAN

Setiap tahunnya di Indonesia 1,5 juta orang meninggal dunia karena rokok dan 25.000 orang yang meninggal diantaranya adalah perokok pasif. Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok peringkat ke-3, memiliki perokok lelaki sebanyak 65,9% dan 4,5% perempuan. Dan menurut data Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, jumlah tersebut akan terus naik. Hal ini sunggulah tragis. Lebih dari setengah penduduknya adalah pecandu rokok.
Apa sebenarnya keuntungan yang diberikan rokok sampai-sampai hanya terdapat dua kemungkinan bagi pecandunya untuk bisa dan mau berhenti merokok yaitu sakit atau meninggal dunia. Padahal seperti kita tahu rokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Pada tahun 2008 saja terdapat 6 juta kematian akibat rokok dan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 10 juta kematian pada tahun 2030. Zat nikotin yang ada pada rokok memang benar-benar membuat seseorang kecanduan, bahkan pada sebatang rokok yang dinyalakan bisa mengeluarkan lebih dari 4000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan bisa mendatangkan maut.
Banyak yang mengatakan kalau rokok dapat menjadi teman penghilang stress dan masalah. Namun faktanya adalah, stress hanya tersingkir beberapa saat, dan ia akan segera kembali. Masalah pun hanya terlupakan beberapa waktu dan akan kembali lagi dengan berlipat kali ganda, karena rokok sendiri merupakan pembuat masalah.
Kenyataannya, merokok dapat menyebabkan penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasa disebut juga dengan perokok pasif.
Adalah seorang anak yang bodoh, jika ia mengetahui di depannya terdapat jurang namun tetap bermain-main di dekat jurang itu walaupun ia tahu besar kemungkinan ia akan terjatuh ke dalam jurang tersebut. Begitu juga adalah sama bodohnya bagi seseorang yang sudah tahu bahwa rokok itu berbahaya namun tetap mau mengkonsumsinya.
Pilihan memang ada di tangan masing-masing pribadi. Pilihan untuk bebas dari rokok, pilihan untuk sehat, pilihan untuk jadi orang yang merdeka dari candu rokok, atau sebaliknya, pilihan untuk meracuni diri sendiri, pilihan untuk membahayakan orang-orang terdekat, pilihan untuk merusak tubuh, dan sebagainya.
Dalam hidup ini, setiap orang memang selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan, karena bagaimana kehidupan seseorang memang ditentukan dari pilihan-pilihan yang ia ambil. Maka dari itu berpikirlah bijak untuk menentukan pilihan. Dan ingatlah, apa yang populer dan umum di mata kebanyakan orang tidak selamanya benar, dan apa yang benar tidak selalau menjadi yang populer.
Jadi untuk menjadi seseorang yang merdeka dari ikatan candu rokok merupakan sebuah pilihan. Dan saya berani mengatakan bahwa memilih menjadi orang yang merdeka dari candu rokok adalah pilihan yang benar.


***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar